BREAKING NEWS

asuransi syariah

Opini

wisata syariah

perbankan syariah

Bisnis Syariah

koleksi buku

Karya Ilmiah

This is default featured slide 1 title

Easy to customize it, from your blogger dashboard, not needed to know the codes etc.

………………………………………………………………………...

Kamis, 31 Desember 2015

Sumbangan Pemikiran Ekonomi Islam di Dunia Modern

Apa dan bagaimana konsep ekonomi islam memberikan sumbangan bagi perkembangan institusi ekonomi di dunia modern?

Jawaban: Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, ada beberapa poin penting yang pertama kali perlu dibahas.  Tentu sebelum kita melacak sejarahnya kebelakang, kita perlu melihat terlebih dahulu apa dan bagaimana perkembangan ekonomi islam saat ini. Saat ini, ekonomi islam yang berkembang lebih pada upaya ‘Islamisasi’ –dengan mencoba mensintesa normative statement kedalam descrivtive statement[1]– bukan pengembangan konsep ekonomi yang asli dari Islam. Inilah yang membuat sebagian ahli ragu untuk memasukan ‘ekonomi islam’ kedalam sebuah disiplin ilmu.[2]

Perkembangan ekonomi islam saat ini lebih menyentuh pada sistem ‘perbankan’ dimana ada beberapa bank yang mengadopsi sistem syariah sebagai upaya untuk menghindari riba. Fenomena ini tentu jelas terlihat bahwa sumbangan islam pada ‘institusi’ lebih pada revisi dan pengembangan sistem yang sudah ada.

Di berbagai belahan dunia saat ini, ‘bank islam’ atau islamic bank menjadi salah satu isu yang menarik perhatian. Hal ini juga terjadi di Indonesia, muncul beberapa bank islam sebagian besar diantara mereka mengadopsi sistem dual banking.

Hal ini terlihat sebagai salah satu upaya ‘islamisasi’ bank. Memang benar Bank sendiri adalah produk yang dibuat oleh orang barat bukan islam sesuai dengan sejarah Bank. Pertanyaannya mengapa harus ‘islamisasi’ (bank) yang sudah ada, apakah islam tidak punya lembaga sendiri? Apakah memang sulit menyaingi lembaga (kafitalis) bank?

Dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, baru kemudian kita coba lacak sejarahnya. Benar, jika Rasulullah SAW membangun perekonomian melalui tiga konsep dasar yakni Tauhid, hukum dan kesejahteraan sosial. Ini kemudian menjadi pedoman yang diadopsi oleh umat islam dalam setiap aktivitas kehidupannya termasuk dalam muamalah, lebih spesifik lagi dalam perniagaan. Selain perniagaan ini, hal ini juga bisa diterapkan dalam pembangunan sistem perekonomian dalam masyarakat baik oleh swasta ataupun pemerintah.

Ketiga pilar tersebut juga merupakan bagian dari hukum islam yang harus diimani karena bersumber dari al-qur’an. Selanjutnya, tiga pilar itu dalam perniagaan diperjelas dengan adanya etika berniaga (bisnis). Etika bisnis dalam islam bisa diartikan sebagai seperangkat nilai baik, buruk, benar dan salah dalam prilaku bisnis dengan berpegang pada nilai-nilai yang ada dalam hukum islam (syariah).[3] Setidaknya ada 5 prinsip etika islam yang harus diterapkan dalam aktivitas bisnis yakni jujur, amanah, tidak berbohong, tidak berkhianat dan tidak bersumpah palsu.[4] Selanjutnya, menunjukan solidaritas, tidak menipu dan tidak menyembunyikan cacat,  tidak menimbun dan tidak menerapkan tarif tinggi, murah hati dan toleran dan simpati pada agama. 

Etika itulah yang kemudian banyak diadopsi oleh banyak pengusaha baik secara pesonal maupun perusahaan. Secara kelembagaan, Bank memang menjadi institusi ekonomi modern yang sudah banyak mengadopsi sistem syariah. Adapun kontribusi yang diberikan oleh islam pada institusi Perbankan berada pada revisi sistem atau bahkan penambahan sistem. Perlu diingat bahwa bank adalah lembaga yang berpedoman pada aturan bisnis dan pada mulanya muncul bukan dari islam.[5] 

Beberapa aturan seperti manajemen bank, itu murni diadopsi dari sistem bank yang berpedoman pada bisnis. Kita lihat dalam sejarah bahwa islam masuk pada ranah perbankan dimulai pada 1850 ketika kekaisaran Turki Usmani (Ottoman) terpaksa harus melakukan peminjaman hutang luar negeri. Inggris dan Francis kemudian meminta Turki Usmani untuk mengijinkan mereka mendirikan bank di wilayah Tuki Usmani, dan munculah ‘Ottoman Bank’.[6] Bibit-bibit perbankan ini muncul pasca lahirnya pemikiran atau karya Adam Smith 1776 ‘the Wealth of Nation’. Apa yang ada dalam buku tersebut pertama-tama mempengaruhi orang-orang Yahudi (Jewish) di wilayah kekuasaan Turki Usmani sampai muncul lembaga penukaran uang dan pembayaran pajak. Kemudian ini juga ditandai dengan munculnya beragam ‘money lender’ yang berbentuk lembaga. Inilah yang menjadi pemicu perubahan lembaga keuangan dari lembaga ‘kesejahteraan’ menjadi lembaga ‘bisnis’.

Dari sejak jaman Rasulullah, lembaga keuangan yang ada seperti baitul maal, al-awkaf dan lainnya lebih berfokus sebagai lembaga penyimpanan yang berfungsi untuk kesejahteraan rakyat. Namun sejak tahun 1800-an, lembaga ini terhambat dan yang berkembang adalah lembaga keuangan berbasis bisnis. Kini islam hadir bukan menghadirkan kembali sistem lembaga murni seperti baitul maal dan lainnya, namun lebih pada meng-islamkan (islamisasi) lembaga perbankan.

Footnote:

[1] Muhammad Anas Zarqa. 2003. Islamization of Economics: The Concept and Methodology. Kuwait: J.KAU: Islamic Econ., Vol. 16, No. 1, pp.16
[2] Volker Nienhouse. 2000. Islamic Economic: Dogma or Science? at the book of The Islamic World and the West: An Introduction to Political Cultures and International Relations. Leiden: Kominklijke BRILL. pp. 86
[3] Ahmad, Mustaq, 2001. Etika Bisnis dalam Islam. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar
[4] Yusuf bin Ismail an-Nabhani. 2004. Dalil at-Tujjar ila Akhlaq al-Akhyar. terj oleh Saifudin Zuhri. Sudah Untung, Masuk Surga Lagi!: Panduan Moral Etis Bisnis Islami. Bandung: Pustaka Hidayah. pp. 17
[5] Abdul Azim Islahi. 2008. A Study on Muslim Economic Thinking in the 11th AH / 17th CE Century. Jeddah, Saudi Arabia: King Abdulaziz University
[6] ┼×evket Pamuk. 2010. Institutional Change and the Longevity of the Ottoman Empire, 1500-1800 Journal of Interdisciplinary History hlm 12




‘Pemain’ Baru Asuransi Syariah Terus Bermunculan

Jakarta – Saat ini, perkembangan ekonomi syariah di beberapa negara di dunia termasuk Indonesia begitu signifikan. Salah satunya adalah dunia asuransi syariah kini semakin semarak karena kedatangan banyak pemain dan produk baru.

Sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki pangsa pasar asuransi yang cukup potensial.   Namun memang perlu diterapkan dengan baik kedalam sistem agar menghasilkan sebuah fungsi yang begitu bermanfaat untuk warganya.

Sampai Juli 2015, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat Industri asuransi syariah Tanah Air terus kedatangan pemain baru, baik perusahaan asuransi syariah maupun unit usaha syariah (UUS).

“Ada 51 pemain di industri asuransi syariah kita,” tulis OJK dalam press release-nya beberapa waktu lalu.

Selain itu, pasar asuransi syariah Indonesia makin menggeliat tak hanya dengan kedatangan pemain anyar namun juga ada banyak produk-produk baru juga meramaikan pasar asuransi berbasis syariah.

Seperti dilansir Kontan, (28/12/15), salah satu yang meluncurkan produk terbaru adalah PT Sun Life Financial Indonesia yakni meluncurkan dua produk baru tahun ini: Asuransi Brilliance Amanah dan Asuransi Brilliance Hasanah Fortune Plus.

“Dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, memang asuransi syariah yang harus dimaksimalkan di negeri ini ketimbang asuransi konvensial,” kata Elin Waty, Presiden Direktur Sun Life.

Dia menjelaskan bahwa asuransi syariah menawarkan prinsip-prinsip yang sesuai budaya masyarakat Indonesia yaitu sharing of risk.


“Tidak seperti asuransi konvensional yang sistemnya adalah alih risiko dari peserta kepada perusahaan asuransi,” jelasnya. (cs)

Selasa, 17 November 2015

Wow! Klaim Asuransi Syariah Capai Rp.2 Triliun

Jakarta – Pertumbuhan ekonomi syariah di indonesia memang bergerak cepat.  Sampai akhir bulan Agustus tahun ini, tren kenaikan klaim yang lebih tinggi. Ini menujukan jika premi yang bayarkanpun terus meningkat.

Berdasarkan catatan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tahun ini (dari Janurai - Agustus 2015), para pelaku asuransi syariah mengaku telah membayar klaim dan manfaat lebih dari Rp 2 triliun. Tentu angka ini naik 14,5% dibanding periode tahun 2014 lalu.

Namun meski demikian, seperti dilansir Kontan, rasio pertumbuhan klaim ini lebih tinggi dibanding premi yang dikumpulkan dalam rentang waktu tersebut. Pada rentang waktu itu, asuransi syariah hanya mencatat pertumbuhan premi sebesar 13,8% saja.

Menurut OJK, klaim sampai Agustus kemarin menurun cukup besar dibanding posisi di akhir semester pertama lalu. Pada saat itu, pertumbuhan klaim mencapai 22% secara year on year. Diketahui bahwa asuransi jiwa syariah membayar klaim dan manfaat sebesar Rp 1,7 triliun per Agustus 2015, sedangkan perusahaan asuransi umum syariah membayar sebesar Rp 348 miliar klaim.

Senin, 16 November 2015

Potensi Pariwisata Syariah Indonesia Cukup Besar

Jakarta – Indonesia memiliki potensi pariwisata yang sangat besar untuk dikembangkan termasuk Industri pariwisata syariah. Apalagi kebanyakan warga indonesia adalah masyarakat yang beragama islam (Muslim).

Benny Siswanto, Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan Surabaya mengatakan bahwa minat terhadap wisata syariah harus direspons dengan pengembangan usaha wisata syariah di Indonesia.
“Sehingga dapat turut menggerakkan perekonomian nasional," kata Benny di Surabaya, beberapa waktu lalu, seperti dilansir PRonline.

Dia mengakui jika industri pariwisata syariah dunia saat ini semakin meningkat, seperti di negara-negara seperti Turki dan Malaysia sebagai pengembang industri pariwisata.

“Di Indonesia, menurut catatan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), ada 13 provinsi yang sudah siap sebagai destinasi wisata syariah,” ujarnya.

Adapun ke-13 provinsi tersebut yaitu Nusa Tenggara Barat (NTB), Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Barat, Riau, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Bali.

“Pengetahuan para pengusaha dan perbankan mengenai usaha wisata kategori syariah serta potensi pengembangan wisata syariah, diharapkan sektor ini pun akan lebih cepat berkembang,” harapnya.

Konsepsi Ekonomi Ibnu Taimiyah


 
Copyright © 2013 Jurnal Ekonomi Islam
Share on Blogger Template Free Download. Powered byBlogger